Selayang Pandang
Pondok Pesantren Salaf Putra Putri A.P.I.K berada di sebelah Timur Danau Rawapening,Atau di sebelah selatan -+ 1km.dari Jembatan Tuntang.Tepatnya di Dusun Cikal, Rt 4,Rw 7,Desa Praguman,kec. Tuntang kab.Semarang Jawa Tengah.Di dirikan oleh KH.Machfudz Ubaidillah putra ke tiga dr KH.Djauhari Chasan (Alm) dan ibu nyai Hj.Astutik (Almh) Pendiri Pondok pesantren Darussalam Gondang Limbangan Kendal Jawa Tengah.Dan di dampingin Ny Hj.Anita eli susanti putri H.suroso dan hj.Warginingsih
Pondok Peasantren APIK Tempat penyelenggarakan pendidikan berbasis pada nilai - nilai Islam yang Rochmatan Lil 'Alamiin 'alaa Thoriqoti Ahlissunnah wal jama'ah An Nahdliiyah.
Nama APIK dipandang dari kepanjangannya ”Asrama Pendidikan Islam Kuno” kami punya harapan dari kata “Pendidikan” tersebut nantinya mutachorijin dan mutachorijat (alumni) betul-betul terdorong untuk menjadi Pendidik. Dengan kata lain kalimat Pendidikan adalah sebagai Tafa’ul (harapan) dalam usaha mendidik kader pembina kehidupan beragama.As-salaf adalah bukan ortodok, apatis terhadap zaman, tuli dengan peradaban dunia dan egois! Melainkan suatu metode kaum salaf yang tak bisa dibantah kebenarannya dalam mencetak pengibar bendera pusaka Islam.
,Sebagai lembaga pendidikan Islam, Pondok Pesantren Asrama Pendidikan Islam Kuno tentu mempunyai dasar-dasar yang konkrit baik dari AlQuran maupun dari hadits Nabi sebagai mana pondok-pondok pesantren pada umumnya, antara lain :
1) Al-Qur’an surat At-Taubat: 122, artinya adalah: Tidak sepatutnya bagi orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Maka hendaklah pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka thoifah (sekelompok manusia) untuk memperdalam ilmu agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya bila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka dapat menjaga dirinya.
2) Al-Qur’an surat Al-Mujadallah:II, artinya adalah: Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu ”berlapang-lapanglah dalam majlis” maka lapangkanlah, niscaya Alloh akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan ”berdirilah” , maka berdirilah niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa drajat. Dan Alloh maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
3) Hadits Nabi yang artinya adalah: Barang siapa yang mengadakan inisiatif yang bagus dalam agama Islam, niscaya akan memperoleh pahala dari orang yang mengamalkan sepeninggalannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun. Barang siapa yang mengadakan inisiatif yang buruk maka ia akan menanggung dosanya dan menanggung dosanya orang yang mengamalkan tanpa mengurangi sedikitpun (HR. Muslim dan yang lainnya.
4) Hadits Nabi yang artinya adalah: Apabila anak adam mati, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara:Shodaqoh jariyah, Ilmu yang manfaat, dan anak yang sholeh yang mau mendoakan kepada Kedua orang tuanya (HR. Muslim)
1) Al-Qur’an surat At-Taubat: 122, artinya adalah: Tidak sepatutnya bagi orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Maka hendaklah pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka thoifah (sekelompok manusia) untuk memperdalam ilmu agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya bila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka dapat menjaga dirinya.
2) Al-Qur’an surat Al-Mujadallah:II, artinya adalah: Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu ”berlapang-lapanglah dalam majlis” maka lapangkanlah, niscaya Alloh akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan ”berdirilah” , maka berdirilah niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa drajat. Dan Alloh maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
3) Hadits Nabi yang artinya adalah: Barang siapa yang mengadakan inisiatif yang bagus dalam agama Islam, niscaya akan memperoleh pahala dari orang yang mengamalkan sepeninggalannya tanpa mengurangi pahala orang yang mengamalkan sedikitpun. Barang siapa yang mengadakan inisiatif yang buruk maka ia akan menanggung dosanya dan menanggung dosanya orang yang mengamalkan tanpa mengurangi sedikitpun (HR. Muslim dan yang lainnya.
4) Hadits Nabi yang artinya adalah: Apabila anak adam mati, maka putuslah amalnya kecuali tiga perkara:Shodaqoh jariyah, Ilmu yang manfaat, dan anak yang sholeh yang mau mendoakan kepada Kedua orang tuanya (HR. Muslim)

Komentar
Posting Komentar